Hadits Cara Menyikapi Agama Lain dan Sedekah Atas Nama Mayit: Terjemah Abi Jamroh Hadits 120-130 –Ngaji 18-

 Ngaji Terjemah Kitab Mukhtasor Abi Jamroh

Hadits ke 120-130

Ancaman
Melakukan Sumpah Palsu, Cara Menyikapi Agama Lain yakni Ahlul Kitab (Nasrani
dan Yahudi), Dusta yang Tidak Berdosa, Isi Perjanjian Hudaibiyah dan Komitmen
Rasulullah, Batas Maksimal Harta Wasiat dan Memberi Makan ke Keluarga Bernilai
Sedekah, Perintah untuk Memberi Peringatan Kepada Keluarga, Hewan Kurban Boleh
Diperlakukan dan Dimanfaatkan Seperti Binatang Pada Umumnya, Sedekah Atas Nama
Mayit Pahala dan Manfaatnya Sampai, Teladan Nabi dalam Memperlakukan
Pelayannya, 3 Amal Paling Utama yang Pernah Ditanyakan Kepada Beliau, Sekarang
Sudah Tidak Ada Lagi Istilah Hijrah

 

بسم الله الرحمن الرحيم

 

120. Ancaman Melakukan Sumpah Palsu

120 – Dari ‘Abdullah radliallahu ‘anhu ia
berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa
yang bersumpah dengan sumpah curang, dan bermaksud mengambil harta seorang
muslim maka nanti dia akan berjumpa dengan Allah, sedang Allah murka
kepadanya”.

۱۲۰عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ وَهُوَ فِيهَا فَاجِرٌ لِيَقْتَطِعَ بِهَا مَالَ
امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ

 

 

121. Cara Menyikapi Agama Lain yakni Ahlul Kitab
(Nasrani dan Yahudi)

121 – Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu
dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Beliau bersabda: “Janganlah
kalian  membenarkan (mempercayai) ahlu
kitab dan jangan pula mendustakannya. Tetapi ucapkanlah; “Kami beriman
kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan kepada kami”. (Al Baqarah;
136).’

۱۲۱عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا: { آمَنَّا
بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا }، الْآيَةَ

 

 

122. Dusta yang Tidak Berdosa

122 – Dari Ummu Kultsum binti ‘Uqbah bahwa dia
mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Bukanlah disebut pendusta orang yang menyelesaikan perselisihan
diantara manusia lalu dia menyampaikan hal hal yang baik (dari satu pihak
yang bertikai) atau dia berkata, hal hal yang baik”.

۱۲۲عَنْ أُمِّ كُلْثُومٍ
بِنْتِ عُقْبَةَ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقُولُ: لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِي يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ
فَيَنْمِي خَيْرًا أَوْ يَقُولُ خَيْرًا

 

 

123. Isi Perjanjian Hudaibiyah dan Komitmen
Rasulullah

123 – Dari Al Bara’ bin ‘Azib radliallahu
‘anhuma
ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengadakan
perdamaian dengan kaum musyrikin pada saat perjanjian Hudaiyah di atas tiga
perkara, yaitu: “Mengembalikan pada mereka siapa saja dari kaum musyrikin
yang datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam dan tidak
akan mengembalikan siapa saja dari kaum muslimin yang datang pada mereka.
Boleh memasuki Makkah pada tahun depan dan di sana boleh bermukim hanya
selama tiga hari. Dan tidak memasuki Makkah kecuali dengan senjata yang
disarungkan yaitu senjata sederhana, busur dan semacamnya. Kemudian Abu
jandal (bin Suhail bin Amru) datang dalam keadaan dirantai besi, melarikan
diri kepada Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dan Beliau
mengembalikannya kepada mereka.

۱۲۳
عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رضي الله عنهما قَالَ: صَالَحَ النَّبِيُّ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الْمُشْرِكٍيْنَ يَوْمَ الْحُدَيْبِيَّةِ عَلَى
ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: عَلَى أَنَّ مَنْ أَتَاهُ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ رَدَّهُ
إِلَيْهِمْ وَمَنِ أَتَاهُمْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ لَمْ يَرُدُّوْهُ ، وَعَلَى
أَنْ يَدْخُلَهَا مِنْ قَابِلٍ ، وَيُقِيْمُ يِهَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ ، وَلَا
يَدْخُلَهَا إِلَّا بِجُلُبَّانِ السِّلَاحِ ، السَّيْفِ وَالْقَوْسِ
وَنَحْوِهِمَا ,  فَجَاءَ أَبُوْ
جَنْدَلٍ يَحْجُلُ فِيْ قُيُوْدِهِ فَرَدَّهُ إِلَيْهِمْ

 

 

124. Batas Maksimal Harta Wasiat dan Memberi Makan
ke Keluarga Bernilai Sedekah

124 – Dari Sa’ad bin Abi Waqosh radliallahu
‘anhu
berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang
menjengukku (saat aku sakit) ketika aku berada di Makkah”. Dia tidak
suka bila meninggal dunia di negeri dimana dia sudah berhijrah darinya.
Beliau bersabda; “Semoga Allah merahmati Ibnu ‘Afra'”. Aku memohon
kepada Rasulullah dan aku berkata: “Wahai Rasulullah, aku mau berwasiat
untuk menyerahkan seluruh hartaku”. Beliau bersabda: “Jangan”.
Aku katakan: “Setengahnya” Beliau bersabda: “Jangan”. Aku
katakan lagi: “Sepertiganya”. Beliau bersabda: “Ya,
sepertiganya dan sepertiga itu sudah banyak. Sesungguhnya jika kamu
meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada kamu
meninggalkan mereka dalam keadaan miskin lalu mengemis kepada manusia dengan
menengadahkan tangan mereka. Sesungguhnya apa saja yang kamu keluarkan berupa
nafkah sesungguhnya itu termasuk sedekah sekalipun satu suapan yang kamu
masukkan ke dalam mulut istrimu. Dan semoga Allah mengangkatmu dimana Allah
memberi manfaat kepada manusia melalui dirimu atau memberikan madharat
orang-orang yang lainnya”. Saat itu dia (Sa’ad) tidak memiliki ahli
waris kecuali seorang anak perempuan.

۱۲٤ عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي وَأَنَا بِمَكَّةَ
وَهُوَ يَكْرَهُ أَنْ يَمُوتَ بِالْأَرْضِ الَّتِي هَاجَرَ مِنْهَا قَالَ
يَرْحَمُ اللَّهُ ابْنَ عَفْرَاءَ، فَسَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أُوصِي بِمَالِي كُلِّهِ؟
قَالَ: لَا ، قُلْتُ: فَالشَّطْرُ؟ قَالَ: لَا ، قُلْتُ: الثُّلُثُ؟ قَالَ:
فَالثُّلُثُ وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ إِنَّكَ أَنْ تَدَعَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ
خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَدَعَهُمْ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ فِي أَيْدِيهِمْ
وَإِنَّكَ مَهْمَا أَنْفَقْتَ مِنْ نَفَقَةٍ فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ حَتَّى
اللُّقْمَةِ تَرْفَعُهَا إِلَى فِيْ امْرَأَتِكَ وَعَسَى اللَّهُ أَنْ
يَرْفَعَكَ فَيَنْتَفِعَ بِكَ نَاسٌ وَيُضَرَّ بِكَ آخَرُونَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ
يَوْمَئِذٍ إِلَّا ابْنَةٌ.

 

 

125. Perintah untuk Memberi Peringatan Kepada
Keluarga

125 – Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam
berdiri ketika diturunkan kepadanya ayat: Dan
peringatkanlah keluargamu yang terdekat. (As Syu’ara: 214). Beliau bersabda:
“Wahai orang-orang Quraisy, -atau ucapan yang serupa dengannya- belilah
diri kalian dari Allah, saya tidak mampu menolong kalian sedikitpun dari
Allah, wahai Bani Abd Manaf, saya tidak mampu menolong kalian sedikitpun dari
Allah, wahai Abbas bin Abdul Muththalib, saya tidak mampu menolong kamu
sedikitpun dari Allah, wahai Shafiyah bibi Rasulullah, saya tidak mampu
menolong kamu sedikitpun dari Allah, wahai Fathimah binti Muhammad mintalah
kepadaku apa yang engkau inginkan dari hartaku, saya tidak mampu menolong
kamu sedikitpun dari Allah”.

۱۲۵
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ حِينَ أَنْزَلَ اللَّهُ: { وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ } ،
قَالَ يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا اشْتَرُوا أَنْفُسَكُمْ
لَا أُغْنِي عَنْكُمْ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ لَا
أُغْنِي عَنْكُمْ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا يَا عَبَّاسُ بْنَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ
لَا أُغْنِي عَنْكَ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا وَيَا صَفِيَّةُ عَمَّةَ رَسُولِ
اللَّهِ لَا أُغْنِي عَنْكِ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا وَيَا فَاطِمَةُ بِنْتَ
مُحَمَّدٍ سَلِينِي مَا شِئْتِ مِنْ مَالِي لَا أُغْنِي عَنْكِ مِنْ اللَّهِ
شَيْئًا

 

 

126. Hewan Kurban Boleh Diperlakukan dan
Dimanfaatkan Seperti Binatang Pada Umumnya

126 – Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu
bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seseorang sedang
menggiring untanya, maka Beliau berkata: “Kendarailah unta itu”.
Orang itu menjawab: “Wahai Rasulullah, unta ini untuk qurban”. Maka
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengulangi: “Kendarailah unta
itu, celaka kamu ini”, pada perintah Beliau yang kedua kalinya atau yang
ketiga.

۱۲٦
– عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا يَسُوقُ بَدَنَةً فَقَالَ: ارْكَبْهَا
، قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا بَدَنَةٌ ، قَالَ: ارْكَبْهَا ، وَيْلَكَ
فِي الثَّانِيَةِ أَوْ فِي الثَّالِثَةِ

 

 

127. Sedekah Atas Nama Mayit, Pahala dan
Manfaatnya Sampai

127 – Dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa
Sa’ad bin ‘Ubadah radliallahu ‘anhu ibunya meninggal dunia saat dia
tidak ada disisinya. Kemudian dia berkata: “Wahai Rasulullah, ibuku
meninggal dunia saat aku tidak ada. Apakah akan bermanfaat baginya bila aku
mensedekahkan sesuatu?” Beliau bersabda: “Ya”. Dia berkata:
“Aku bersaksi kepada Engkau bahwa kebunku yang penuh dengan bebuahannya
ini aku sedekahkan atas (nama) nya”.

۱۲٧
– عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهُوَ غَائِبٌ عَنْهَا فَقَالَ: يَا
رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا
أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ قَالَ:
فَإِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِيَ الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا

 

 

128. Teladan Nabi dalam Memperlakukan Pelayannya

128 – Dari Anas radliallahu ‘anhu ia
berkata; Saat tiba di Madinah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
tidak mempunyai pembantu lalu Abu Thalhah menggandeng tanganku untuk menemui
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu dia berkata: “Wahai
Rasulullah, sesungguhnya Anas ini adalah seorang anak yang cerdas dan dia
siap melayani Tuan”. Maka aku melayani Beliau baik saat bepergian maupun
muqim (tinggal), dan Beliau tidak pernah berkata kepadaku terhadap apa yang
aku lakukan: “kenapa engkau lakukan ini begini” dan tidak pernah
juga mengatakan terhadap sesuatu yang tidak aku lakukan: “Kenapa engkau
tidak lakukan ini begini”.

۱۲٨ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
قَالَ: قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ
لَيْسَ لَهُ خَادِمٌ ، فَأَخَذَ أَبُو طَلْحَةَ بِيَدِي فَانْطَلَقَ بِي إِلَى
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ
إِنَّ أَنَسًا غُلَامٌ كَيِّسٌ فَلْيَخْدُمْكَ قَالَ فَخَدَمْتُهُ فِي السَّفَرِ
وَالْحَضَرِ مَا قَالَ لِي لِشَيْءٍ صَنَعْتُهُ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا هَكَذَا
وَلَا لِشَيْءٍ لَمْ أَصْنَعْهُ لِمَ لَمْ تَصْنَعْ هَذَا هَكَذَا

 

 

129. 3 Amal Paling Utama yang Pernah Ditanyakan
Kepada Beliau

129 – Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radliallahu
‘anhu
: “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam
, aku berkata: “Wahai Rasulullah, amal apakah yang paling
utama?” Beliau menjawab: “Sholat pada waktunya”. Kemudian aku
bertanya lagi: “Kemudian apa?” Beliau menjawab: “Berbakti
kepada kedua orang tua”. Lalu aku bertanya lagi: “Kemudian apa
lagi?” Beliau menjawab: “Jihad di jalan Allah”. Maka aku
berhenti bertanya lagi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Seandainya aku tambah terus pertanyaan, Beliau pasti akan menambah jawabannya
kepadaku”.

۱۲۹
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: سَأَلْتُ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ
الْعَمَلِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: الصَّلَاةُ عَلَى مِيقَاتِهَا قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟
قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِي
سَبِيلِ اللَّهِ ، فَسَكَتُّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ وَلَوْ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي

 

 

130. Sekarang Sudah Tidak ada Istilah Hijrah Lagi

130 – Dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada lagi
hijrah setelah kemenangan (Makkah) akan tetapi yang tetap ada adalah jihad
dan niat (baik) Maka jika kalian diperintahkan berangkat berjihad,
berangkatlah”.

۱۳۰
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ
جِهَادٌ وَنِيَّةٌ وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا

 

Wallahu
a’lam bisshawab

Bersambung….

 

Translated By: K.
Syamsul Arifin,
Bengkulu

 

<< Ngaji Sebelumnya…

Ngaji
Berikutnya…>>

 

Scroll to Top